jasa aqiqah bogor

jasa aqiqah bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah bogor

Layanan Aqiqah Murah di Klapanunggal Bogor

Layanan Aqiqah Murah di Klapanunggal Bogor jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Layanan Aqiqah Murah di Klapanunggal Bogor

jasa aqiqah tangerang

jasa aqiqah tangerang Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah tangerang

Catering Aqiqoh Murah di Parung Panjang Bogor

Catering Aqiqoh Murah di Parung Panjang Bogor jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Catering Aqiqoh Murah di Parung Panjang Bogor

jasa aqiqah bekasi

jasa aqiqah bekasi Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah bekasi

Jasa Aqiqah Murah di Kalideres Jakarta

Jasa Aqiqah Murah di Kalideres Jakarta jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Jasa Aqiqah Murah di Kalideres Jakarta

jasa aqiqah bekasi selatan

jasa aqiqah bekasi selatan Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah bekasi selatan

Jasa Aqiqah Murah di Kayuringin Jaya Bekasi

Jasa Aqiqah Murah di Kayuringin Jaya Bekasi jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Jasa Aqiqah Murah di Kayuringin Jaya Bekasi

jasa aqiqah bekasi utara

jasa aqiqah bekasi utara Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah bekasi utara

Layanan Aqiqoh Murah di Jakarta Selatan

Layanan Aqiqoh Murah di Jakarta Selatan jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Layanan Aqiqoh Murah di Jakarta Selatan

jasa aqiqah bekasi timur

jasa aqiqah bekasi timur Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah bekasi timur

Jasa Catering Aqiqah di Pengasinan Bekasi

Jasa Catering Aqiqah di Pengasinan Bekasi jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Jasa Catering Aqiqah di Pengasinan Bekasi

jasa aqiqah bekasi barat

jasa aqiqah bekasi barat Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah bekasi barat

Jasa Aqiqah di Cibinong Bogor

Jasa Aqiqah di Cibinong Bogor jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Jasa Aqiqah di Cibinong Bogor

jasa aqiqah depok

jasa aqiqah depok Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah depok

Catering Aqiqah di Mampang Prapatan Jakarta

Catering Aqiqah di Mampang Prapatan Jakarta jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Catering Aqiqah di Mampang Prapatan Jakarta

jasa aqiqah jakarta

jasa aqiqah jakarta Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah jakarta

Catering Aqiqoh Murah di Bojong Rawalumbu Bekasi

Catering Aqiqoh Murah di Bojong Rawalumbu Bekasi jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Catering Aqiqoh Murah di Bojong Rawalumbu Bekasi

saco-inonesia.com, Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang telah mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bon

saco-inonesia.com, Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang telah mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bonaran datang sekitar pukul 09.00 WIB dengan mengenakan batik cokelat.

Bonaran juga mengaku akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penanganan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi. Menurutnya, dia juga tidak tahu sama sekali mengapa KPK memanggilnya.

"Nanti saya jelaskan habis diperiksa. Apa hubungannya dengan saya, juga  tidak tahu," ujarnya, Jumat (3/1).

Dia pun juga mengaku, tak tahu apakah Akil adalah hakim panel dalam sengketa yang ditanganinya pada 2011 lalu. Diketahui, kemenangan Bonaran dan pasangannya Syukran Jamilan Tanjung sempat digugat ke MK oleh lawannya.

"Saya tidak tahu apakah Akil Mochtar hakim panel (sidang) saya," imbuh mantan pengacara terpidana korupsi Anggodo Widjojo itu.

Bonaran juga juga sempat menjelaskan ketidakhadirannya ketika dipanggil 30 Desember lalu. "Saya juga tidak datang tanggal 30, baru saya terima undangannya 30 malam," katanya.

Saat ditanya apakah dirinya mengenal sosok Daryono dan Muhtar Ependy, yang disebut sebagai kaki tangan Akil, Bonaran juga mengaku tidak mengenal. "Saya tidak kenal sama sekali," tandasnya.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah kembali memanggil Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan, te

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah kembali memanggil Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan, terkait dalam penyidikan kasus di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan terdakwa Sekretaris Jenderal ESDM, Waryono Karyo.

Dia juga akan diperiksa sebagai saksi terkait dugaan gratifikasi yang telah diterma oleh Waryono Karyo sebagai Sekjend ESDM.

"Yang bersangkutan telah diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Senin (27/1/2014).

Dengan mengenakan batik cokelat, Karen tiba diGedung KPK pukul 09.30 WIB pagi. Namun, dia juga tidak memberi komentar.

Pengacara Karen, Rudi Alfonso, juga menyatakan Karen tidak pernah memberi uang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) seperti yang telah dituduhkan.

"Itu tidak benar sama sekali saya jamin, tidak ada pemberian dari pertamina ke DPR itu," ungkap Rusdi.


Editor : Dian sukmawati

    saco-indonesia.com,     Oh, tiada yang hebat dan mempesona     Ketika kau l

    saco-indonesia.com,

    Oh, tiada yang hebat dan mempesona
    Ketika kau lewat di hadapanku
    Biasa saja...

    Waktu perkenalan lewatlah sudah
    Ada yang menarik pancaran diri
    Terus mengganggu

    Mendengar cerita sehari-hari
    Yang wajar tapi tetap mengasyikkan

    Oh, tiada kejutan pesona diri
    Pertama kujabat jemari tanganmu
    Biasa saja...

    Masa pertalian terjalin sudah
    Ada yang menarik bayang-bayangmu
    Tak mau pergi

    Dirimu nuansa-nuansa ilham
    Hamparan laut tiada bertepi

    Reff :
    Kini terasa sungguh
    Semakin engkau jauh
    Semakin terasa dekat
    Akan ku kembangkan
    Kasih yang kau tanam
    Di dalam hatiku

    Menatap nuansa-nuansa bening
    Tulusnya doa bercinta

    Editor : dian sukmawati

 

saco-indonesia.com, Seorang ibu rumahtangga menangis saat mendatangi Polresta Bekasi Kota, Sabtu (28/12) pagi. Tasnya baru saja

saco-indonesia.com, Seorang ibu rumahtangga menangis saat mendatangi Polresta Bekasi Kota, Sabtu (28/12) pagi. Tasnya baru saja telah dicuri dari dalam mobilnya dengan modus berteriak kalau ban mobil korban ada percikan api. Padahal itu hanya siasat penjahat saja.

Tas yang berisi buku tabungan, KTP, berberapa kartu ATM serta uang Rp 1 juta amblas. Rosdiani yang berusia 40 tahun , telah diantar keluarganya untuk melapor ke Polresta Bekasi Kota.

Menurut korban kepada petugas sekitar pukul 09.00 ia yang menggunakan minibis bertujuan untuk ke bank BCA Jalan Ir Juanda untuk dapat mengambil uang buat biaya kuliah anak. Dari rumahnya di Kemang ibu rumah tangga ini melajukan kendaraan. Namun sesampai di Jalan Hasibuan, Bekasi Selatan, pengendara motor telah memberitahu kalau ban mobil korban keluar percikan api.

Takut terjadi hal yang tak diinginkan, wanita bertubuh agak gemuk itu turun keluar dari mobil mengecek kebenaran itu. Tapi ketika melihat ke bawah mobil, seseorang telah mengambil tas yang ditaruh di jok samping kemudi mobil lalu naik ke boncengan motor temannya lalu tancap gas.

Massa yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa terperangah. “Disini sering kejadian seperti itu Bu,” papar seorang warga.

Ny Rosdiani kemudian minta bantuan saudaranya untuk melapor ke Mapolresta Bekasi Kota. Petugas Polresta Bekasi Kota telah memberikan surat keterangan kehilangan barang pada korban


Editor : Dian Sukmawati

BANDUNG, Saco-Indonesia.com — Perda atau Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan PKL di Kota Bandung salah satunya mengatur biaya paksa sebesar Rp 1 juta bagi pembeli di zona merah, mulai diberlakukan 2 Februari 2014.

BANDUNG, Saco-Indonesia.com — Perda atau Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan PKL di Kota Bandung salah satunya mengatur biaya paksa sebesar Rp 1 juta bagi pembeli di zona merah, mulai diberlakukan 2 Februari 2014.

Begitu juga denda Rp 1 juta untuk PKL ada di Perda Nomor 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban Kebersihan dan Keindahan, diberlakukan mulai 2 Februari 2014. Namun, sampai Senin (3/2/2014), belum ada yang terjaring dan terkena sanksi tersebut.

Padahal, masih ada pedagang yang berjualan mencuri-curi kesempatan di saat petugas lengah. Pedagang yang nekat berjualan, ketika ditanya alasannya, enggan berkomentar dan langsung menghindar.

Beberapa pedagang memilih menawarkan dagangan di depan pertokoan Kings, Jalan Kepatihan, dan berdiri di tangga sehingga ketika ada petugas, mereka beralasan tidak sedang berjualan di zona merah.

Ira, warga Antapani, mengaku takut membeli barang di PKL karena takut terkena sanksi Rp 1 juta. "Daripada didenda Rp 1 juta, tak akan membeli, tapi apakah aturan ini akan terus ditegakkan atau hanya hangat-hangat kotoran ayam," kata Ira setengah bertanya.

Menyamar
Menanggapi masih adanya transaksi di zona merah, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku terus mencari cara terbaik untuk menegakkan Perda dengan keterbatasan personel yang ada.

"Jika masih ada yang bandel harus ditindak, kami tidak akan berhenti dan tidak akan menyerah untuk membersihkan zona merah dari PKL," ujar Ridwan.

Ridwan mengakui, masih ada kekurangan dalam penegakan aturan dan kekurangan yang terjadi di lapangan harus dibenahi.

Menurut Ridwan, penempatan meja penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) untuk menindak pelanggar di Jalan Kepatihan yang semula di depan Yogya Kepatihan harus dipindahkan ke depan Kings karena banyak transaksi di sana.

"Saya semalam menyamar melihat langsung situasi di Jalan Kepatihan dan saya lihat pedagang saat ada petugas lari ke sebuah gang dan berkelit sebagai wilayah pribadi," ujarnya.

Modus PKL yang berlari ke gang akan ditindak sebab sudah jelas mereka berjualan di zona merah. Jika masuk gang, bukan berarti bebas hukum.

Perlu waktu
Ditemui secara terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung Haru Suandharu mengatakan, mengubah budaya dan kebiasaan warga agar tak membeli barang dari pedagang kaki lima (PKL) di zona merah memerlukan waktu.

Meski begitu, Pemkot Bandung harus tetap sabar dan konsisten menjalankan aturan tersebut hingga warga memahami dan penuh kesadaran tak melanggar aturan.

Menurut Haru, biaya paksa yang diterapkan bagi pembeli dari PKL di zona merah ini merupakan upaya positif dalam penataan PKL di Kota Bandung.

Penerapan Perda Nomor 4 Tahun 2011, khususnya Pasal 24 Ayat 2 tentang biaya paksa, ini pun bukan cara mencari pendapatan asli daerah, dan juga bukan menyengsarakan PKL. "Ini ada tranformasi budaya. Jika tidak tegas, khawatir PKL kembali menjamur," ujar Haru.

Sumber :kompas.com

Editor : Maulana Lee

Seorang bocah perempuan berusia delapan tahun di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah kandungnya. Pemerkosaan tersebut dilakukan pelaku, Rm, lebih dari sekali. Sehabis beraksi, Rm mengancam anaknya agar tak memberitahukan ke orang lain. Im, ibu korban, Selasa (21/5/2013), menuturkan, aksi bejat itu dilakukan suaminya saat rumah kosong. Selain di rumah, Rm juga beraksi di kamar mandi umum, tak jauh dari rumah mereka.

Seorang bocah perempuan berusia delapan tahun di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah kandungnya.

Pemerkosaan tersebut dilakukan pelaku, Rm, lebih dari sekali. Sehabis beraksi, Rm mengancam anaknya agar tak memberitahukan ke orang lain.

Im, ibu korban, Selasa (21/5/2013), menuturkan, aksi bejat itu dilakukan suaminya saat rumah kosong. Selain di rumah, Rm juga beraksi di kamar mandi umum, tak jauh dari rumah mereka.

Kasus ini terungkap setelah sang anak mengeluh sakit saat buang air kecil. Im kemudian membawa anaknya ke mantri untuk diperiksa. Dari situ diketahui ada yang tidak beres dengan alat kelamin korban. Setelah didesak, korban pun menceritakan apa yang dialaminya.

Begitu menerima laporan dari Im, petugas Polres Madina langsung menangkap pelaku yang sempat kabur dari rumah.

Sementara itu, Rm mengaku hanya memerkosa anaknya dua kali. Dia juga mengakui mengancam anaknya bila melapor ke orang lain.

Pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Sementara itu, saat ini korban masih trauma berat dan kini dirawat di rumah sakit.

saco-indonesia.com, Kawanan pencuri motor yang sering beraksi di halaman mesjid di kota Bandung telah diringkus oleh jajaran Pol

saco-indonesia.com, Kawanan pencuri motor yang sering beraksi di halaman mesjid di kota Bandung telah diringkus oleh jajaran Polsek Andir, Senin subuh telah dibekuk polisi. Selain telah mengamankan G,31, US,25, dan P,18, polisi telah menyita 17 sepeda motor yang siap diobral ke wilayah Jabar bagian Selatan.

“Dari 33 motor yang telah berhasil dipetik, hampir 90 persen lokasi kejadianya di halaman mesjid di kota Bandung,“ kata Kapplrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi.

Didampingi oleh Kapolsek Kompol Janter Nainggolan, dia juga menjelaskan, terungkapnya kawanan ini berawal dari razia kendaraan bermotor yang digelar Polsek Andir di Jalan Rajawali Kota Bandung.

Tersangka G, yang telah membonceng US, langsung tancap gas saat diberhentikan petugas. Beberapa polisi mengejar, dan kedua tersangka yang telah mengendari motor D 2976 ZAR berhasil ditangkap.

Dalam pemeriksaan, keduanya tidak bisa menunjukan surat kendaraan. Polisi yang telah memeriksa, akhirya menduga kuat kedua pria itu juga merupakan pemetik motor. “ Saat tempat kosnya digeledah, 17 motor berhasil diamankan,“ tandasnya.

Tersangka G, kata Mashudi, saat diperiksa juga mengakui 17 motor hasil kejahatan dicuri dari halaman mesjid di kota Bandung. “ Komplotam ini juga sudah memetik 33 motor. Kebanyakan motor disikat di halaman mesjid milik jamaah,“ jelasnya.

Tersangka G juga mengaku terpaksa mencuri motor karena terdesak kebutuhan. Dia dan temanya US juga merupakan buruh tani yang hanya mendapatkan upah Rp 20 ribu. “ Kami mencuri hanya ingin mencari uang yang besar,“ akunya dihadapan penyidik.


Editor : Dian Sukmawati

Sebagai produk yang memberikan serta menjaga kesehatan, susu kambing etawa terbilang harga murah dan memiliki rasa yang enak dan

Sebagai produk yang memberikan serta menjaga kesehatan, susu kambing etawa terbilang harga murah dan memiliki rasa yang enak dan tidak berbau amis seperti daging kambing. Karena susu kambing etawa diproduksi menggunakan teknologi ramah lingkungan dengan mengedepankan kemudahan konsumsi. Susu kambing etawa selengkapnya
 

GP Tax Consulting adalah salah satu unit usaha dari PT Great Performance  perusahaan yang bergerak dibidang jasa riset,&nbs

GP Tax Consulting adalah salah satu unit usaha dari PT Great Performance  perusahaan yang bergerak dibidang jasa riset,  jasa konsultasi pajak dan biro jasa di Jakarta Pusat.
Dengan didukung tenaga konsultan pajak profesional yang telah terdaftar, bersertifikat dan berpengalaman bertahun-tahun di bidang perpajakan GP Tax Consulting hadir dan siap membantu permasalahan perpajakan baik di perusahaan maupun pajak pribadi anda.
Visi dan Misi

Sebagai sebuah perusahaan jasa konsultan pajak kami mempunyai Visi untuk selalu memberikan pelayanan secara optimal agar dapat memberi nilai tambah bagi klien kami.

Adapun Misi kami adalah :

    Menyediakan jasa konsultasi yang profesional dan berkwalitas tinggi kepada klien secara konsisten
    Memberikan jasa konsultasi yang dapat menyelesaikan kasus/permasalahan pajak klien secara tepat, komprehensif dan sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku
    Menjadi mitra kerja yang baik bagi klen dan fiskus
    Membantu pemerintah dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan para wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak sesuai dengan Undang-undang dan Peraturan yang berlaku.

Kami selalu memberikan solusi dan pelayanan Jasa Konsultasi Pajak Terbaik dengan didukung partner yang memiliki komitmen yang tinggi, serta staff konsultan pajak professional dan terlatih khususnya di bidang perpajakan di Indonesia.
Hubungan networking yang kuat dalam jajaran korps perpajakan di seluruh Indonesia mempermudah kami dalam menyelesaikan setiap  permasalahan dan kasus perpajakan yang kami hadapi di lapangan.

As he reflected on the festering wounds deepened by race and grievance that have been on painful display in America’s cities lately, President Obama on Monday found himself thinking about a young man he had just met named Malachi.

A few minutes before, in a closed-door round-table discussion at Lehman College in the Bronx, Mr. Obama had asked a group of black and Hispanic students from disadvantaged backgrounds what could be done to help them reach their goals. Several talked about counseling and guidance programs.

“Malachi, he just talked about — we should talk about love,” Mr. Obama told a crowd afterward, drifting away from his prepared remarks. “Because Malachi and I shared the fact that our dad wasn’t around and that sometimes we wondered why he wasn’t around and what had happened. But really, that’s what this comes down to is: Do we love these kids?”

Many presidents have governed during times of racial tension, but Mr. Obama is the first to see in the mirror a face that looks like those on the other side of history’s ledger. While his first term was consumed with the economy, war and health care, his second keeps coming back to the societal divide that was not bridged by his election. A president who eschewed focusing on race now seems to have found his voice again as he thinks about how to use his remaining time in office and beyond.

Continue reading the main story Video
Play Video|1:17

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

At an event announcing the creation of a nonprofit focusing on young minority men, President Obama talked about the underlying reasons for recent protests in Baltimore and other cities.

By Associated Press on Publish Date May 4, 2015. Photo by Stephen Crowley/The New York Times.

In the aftermath of racially charged unrest in places like Baltimore, Ferguson, Mo., and New York, Mr. Obama came to the Bronx on Monday for the announcement of a new nonprofit organization that is being spun off from his White House initiative called My Brother’s Keeper. Staked by more than $80 million in commitments from corporations and other donors, the new group, My Brother’s Keeper Alliance, will in effect provide the nucleus for Mr. Obama’s post-presidency, which will begin in January 2017.

“This will remain a mission for me and for Michelle not just for the rest of my presidency but for the rest of my life,” Mr. Obama said. “And the reason is simple,” he added. Referring to some of the youths he had just met, he said: “We see ourselves in these young men. I grew up without a dad. I grew up lost sometimes and adrift, not having a sense of a clear path. The only difference between me and a lot of other young men in this neighborhood and all across the country is that I grew up in an environment that was a little more forgiving.”

Advertisement

Organizers said the new alliance already had financial pledges from companies like American Express, Deloitte, Discovery Communications and News Corporation. The money will be used to help companies address obstacles facing young black and Hispanic men, provide grants to programs for disadvantaged youths, and help communities aid their populations.

Joe Echevarria, a former chief executive of Deloitte, the accounting and consulting firm, will lead the alliance, and among those on its leadership team or advisory group are executives at PepsiCo, News Corporation, Sprint, BET and Prudential Group Insurance; former Secretary of State Colin L. Powell; Senator Cory Booker, Democrat of New Jersey; former Attorney General Eric H. Holder Jr.; the music star John Legend; the retired athletes Alonzo Mourning, Jerome Bettis and Shaquille O’Neal; and the mayors of Indianapolis, Sacramento and Philadelphia.

The alliance, while nominally independent of the White House, may face some of the same questions confronting former Secretary of State Hillary Rodham Clinton as she begins another presidential campaign. Some of those donating to the alliance may have interests in government action, and skeptics may wonder whether they are trying to curry favor with the president by contributing.

“The Obama administration will have no role in deciding how donations are screened and what criteria they’ll set at the alliance for donor policies, because it’s an entirely separate entity,” Josh Earnest, the White House press secretary, told reporters on Air Force One en route to New York. But he added, “I’m confident that the members of the board are well aware of the president’s commitment to transparency.”

The alliance was in the works before the disturbances last week after the death of Freddie Gray, the black man who suffered fatal injuries while in police custody in Baltimore, but it reflected the evolution of Mr. Obama’s presidency. For him, in a way, it is coming back to issues that animated him as a young community organizer and politician. It was his own struggle with race and identity, captured in his youthful memoir, “Dreams From My Father,” that stood him apart from other presidential aspirants.

But that was a side of him that he kept largely to himself through the first years of his presidency while he focused on other priorities like turning the economy around, expanding government-subsidized health care and avoiding electoral land mines en route to re-election.

After securing a second term, Mr. Obama appeared more emboldened. Just a month after his 2013 inauguration, he talked passionately about opportunity and race with a group of teenage boys in Chicago, a moment aides point to as perhaps the first time he had spoken about these issues in such a personal, powerful way as president. A few months later, he publicly lamented the death of Trayvon Martin, a black Florida teenager, saying that “could have been me 35 years ago.”

Photo
 
President Obama on Monday with Darinel Montero, a student at Bronx International High School who introduced him before remarks at Lehman College in the Bronx. Credit Stephen Crowley/The New York Times

That case, along with public ruptures of anger over police shootings in Ferguson and elsewhere, have pushed the issue of race and law enforcement onto the public agenda. Aides said they imagined that with his presidency in its final stages, Mr. Obama might be thinking more about what comes next and causes he can advance as a private citizen.

That is not to say that his public discussion of these issues has been universally welcomed. Some conservatives said he had made matters worse by seeming in their view to blame police officers in some of the disputed cases.

“President Obama, when he was elected, could have been a unifying leader,” Senator Ted Cruz of Texas, a Republican candidate for president, said at a forum last week. “He has made decisions that I think have inflamed racial tensions.”

On the other side of the ideological spectrum, some liberal African-American activists have complained that Mr. Obama has not done enough to help downtrodden communities. While he is speaking out more, these critics argue, he has hardly used the power of the presidency to make the sort of radical change they say is necessary.

The line Mr. Obama has tried to straddle has been a serrated one. He condemns police brutality as he defends most officers as honorable. He condemns “criminals and thugs” who looted in Baltimore while expressing empathy with those trapped in a cycle of poverty and hopelessness.

In the Bronx on Monday, Mr. Obama bemoaned the death of Brian Moore, a plainclothes New York police officer who had died earlier in the day after being shot in the head Saturday on a Queens street. Most police officers are “good and honest and fair and care deeply about their communities,” even as they put their lives on the line, Mr. Obama said.

“Which is why in addressing the issues in Baltimore or Ferguson or New York, the point I made was that if we’re just looking at policing, we’re looking at it too narrowly,” he added. “If we ask the police to simply contain and control problems that we ourselves have been unwilling to invest and solve, that’s not fair to the communities, it’s not fair to the police.”

Moreover, if society writes off some people, he said, “that’s not the kind of country I want to live in; that’s not what America is about.”

His message to young men like Malachi Hernandez, who attends Boston Latin Academy in Massachusetts, is not to give up.

“I want you to know you matter,” he said. “You matter to us.”

Mr. Fox, known for his well-honed countrified voice, wrote about things dear to South Carolina and won over Yankee critics.

Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”
Todd Heisler/The New York Times

Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”

Hard but Hopeful Home to ‘Lot of Freddies’

The magical quality Mr. Lesnie created in shooting the “Babe” films caught the eye of the director Peter Jackson, who chose him to film the fantasy epic.

Mr. Haroche was a founder of Liberty Travel, which grew from a two-man operation to the largest leisure travel operation in the United States.

Ms. von Furstenberg made her debut in the movies and on the Broadway stage in the early 1950s as a teenager and later reinvented herself as a television actress, writer and philanthropist.

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation