jasa aqiqah bogor

jasa aqiqah bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah bogor

Catering Aqiqoh di Jatirangga Bekasi

Catering Aqiqoh di Jatirangga Bekasi jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Catering Aqiqoh di Jatirangga Bekasi

jasa aqiqah tangerang

jasa aqiqah tangerang Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah tangerang

Paket Aqiqoh di Jatisampurna Bekasi

Paket Aqiqoh di Jatisampurna Bekasi jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Paket Aqiqoh di Jatisampurna Bekasi

jasa aqiqah bekasi

jasa aqiqah bekasi Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah bekasi

Layanan Akikah di Gambir Jakarta

Layanan Akikah di Gambir Jakarta jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Layanan Akikah di Gambir Jakarta

jasa aqiqah bekasi selatan

jasa aqiqah bekasi selatan Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah bekasi selatan

Jasa Akikah di Pengasinan Bekasi

Jasa Akikah di Pengasinan Bekasi jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Jasa Akikah di Pengasinan Bekasi

jasa aqiqah bekasi utara

jasa aqiqah bekasi utara Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah bekasi utara

Jasa Aqiqah Murah di Cikiwul Bekasi

Jasa Aqiqah Murah di Cikiwul Bekasi jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Jasa Aqiqah Murah di Cikiwul Bekasi

jasa aqiqah bekasi timur

jasa aqiqah bekasi timur Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah bekasi timur

Paket Aqiqoh Murah di Jonggol Bogor

Paket Aqiqoh Murah di Jonggol Bogor jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Paket Aqiqoh Murah di Jonggol Bogor

jasa aqiqah bekasi barat

jasa aqiqah bekasi barat Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah bekasi barat

Jasa Catering Akikah Murah di Jatisampurna Bekasi

Jasa Catering Akikah Murah di Jatisampurna Bekasi jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Jasa Catering Akikah Murah di Jatisampurna Bekasi

jasa aqiqah depok

jasa aqiqah depok Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah depok

Jasa Akikah Murah di Medan Satria Bekasi

Jasa Akikah Murah di Medan Satria Bekasi jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Jasa Akikah Murah di Medan Satria Bekasi

jasa aqiqah jakarta

jasa aqiqah jakarta Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah.

jasa aqiqah jakarta

Jasa Aqiqoh di Sumur Batu Bekasi

Jasa Aqiqoh di Sumur Batu Bekasi jasa catering Aqiqah Klapanunggal Bogor Hubungi 0813 1814 0900 Aqiqah atau aqiqoh atau Akikah yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan aqiqah tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu Aqiqah adalah ibadah. Jasa Aqiqoh di Sumur Batu Bekasi

saco-indonesia.com, Warga Lampung telah menjadi korban kajahatan pmbiusan di Bogor.  Oleh pelaku, korban telah dibuang di s

saco-indonesia.com, Warga Lampung telah menjadi korban kajahatan pmbiusan di Bogor.  Oleh pelaku, korban telah dibuang di samping Perumahan Tanah Baru Indah RT  02/04 Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor.

Korban pemegang yang bernama Ir Reyi Akmal Yudha Putra, berusia usia 48 tahun. Korban juga merupakan PNS Tanjung Karang Lampung dengan jabatan Kepala Bidang Produksi Perkebunan.

Warga Jalan Wae Umpu Nomor 22 RT 06/01 Kelurahan Paloman Kecamatan Teluk Bitung Utara Bandar Lampung ini juga sempat mendapat pertolongan medis di RS PMI Bbogor.

Saat sadar dari pengaruh hipnotis ia lalu dibawa ke Mapolsek Bogor Utara guna untuk dimintai keterangan.

Kepada polisi, korban telah menuturkan, ia naik mobil sewaan dari bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menuju Bogor untuk urusan dinas.

Di jalan, ia telah ditawarkan minuman oleh sopir dan beberapa lelaki yang juga mengaku sebagai penumpang. Tanpa curiga, korban telah menerima air mineral dan meminum. “Saat minum itu dia langsung hilang kesadaran,”kata AKP Indraningtyas, Kapolsek Bogor Utara.

Korban diakui AKP Indraningtyas, juga telah menderita luka pada jidatnya. Luka ini diduga diderita korban, saat dilempar pelaku dari dalam mobil.

“Beberapa pria dalam mobil berbincang dengan korban telah memperkenalkan diri sebagai penumpang dengan tujuan Bogor. Korban yang juga penumpang lalu terlibat pembicaraan. Nggak tahunya pria dalam mobil tersebut , ternyata teman sopir yang jadi pelaku,” paparnya.

Tas serta dompet korban telah dibawa pelaku. Kepada petugas korban juga mengaku, dompet yang berisi sejumlah surat identitas dirinya dan beberapa kartu ATM dan uang jutaan rupiah.

Hasil olah TKP dan keterangan beberapa warga, mereka tidak melihat kejadian secara langsung. Hanya melihat sebuah mobil Avanza yang bergerak dari samping perumahan.

Mobil merek Toyoya ini, sesuai dengan pernyataan korban. “Hanya warga tidak ada yang tahu berapa nomor polisi mobil,” papar AKP Indraningtyas Kamis malam.


Editor : Dian Sukmawati

Saco-Indonesia.com - Buah tomat merupakan salah satu makanan sehat yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Saco-Indonesia.com - Buah tomat merupakan salah satu makanan sehat yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Selain kaya akan vitamin C dan serat yang baik untuk menurunkan berat badan, ternyata makan tomat secara rutin juga ampuh untuk cegah stroke.

Seperti dilansir dari bbc.co.uk, tomat memiliki salah satu zat antioksidan yang dinamakan dengan lycopene. Zat ini mampu menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh Anda yang dapat memicu kanker dan serangan jantung.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Neurology ini, menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kandungan lycopene yang tinggi di dalam darah mereka maka kecenderungan untuk terserang penyakit stroke akan menurun secara drastis.

"Penelitian ini menambah bukti bahwa mengonsumsi buah dan sayur secara rutin mampu menurunkan risiko beberapa penyakit berbahaya seperti stroke, penyakit jantung, hingga diabetes," jelas Dr Jouni Karppi dari Eastern Finland University.

Jadi masih menemukan alasan untuk tidak mengonsumsi buah dan sayur secara rutin?

Editor : Maulana Lee

Sumber :merdeka.com

Jakarta, Saco-Indoneis.com — Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengaku pernah ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengamankan kasus bail out Bank Century.

Jakarta, Saco-Indoneis.com — Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengaku pernah ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengamankan kasus bail out Bank Century. Hal itu disampaikan pengacara Anas, Handika Honggowongso.

Selaku Ketua Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat ketika itu, Anas mengaku diminta mencegah agar Panitia Khusus (Pansus) Bank Century di DPR tidak mengarah ke SBY, baik secara hukum maupun politik.

“Disampaikan (oleh Anas), jika saya (Anas) dipanggil SBY di Cikeas. Dalam pertemuan tersebut SBY memberi pengarahan ke saya (Anas) untuk mencegah supaya Pansus Century DPR tidak mengarah, baik secara hukum maupun politik ke SBY,” kata Handika saat dihubungi wartawan, Rabu (5/2/2014), menirukan pengakuan Anas.

Menurut Handika, kliennya pernah diminta melobi fraksi partai lain untuk mengamankan SBY dan membangun opini di media massa jika SBY tidak terlibat. Terkait tugas tersebut, kata Handika, Anas diminta berkoordinasi dengan Wakil Presiden Boediono, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta pihak terkait lainnya.

Handika juga mengatakan bahwa informasi tersebut sudah disampaikan Anas kepada tim penyidik KPK dalam pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai koordinasi yang dilakukan Anas dengan Boediono dan Sri tersebut, Handika mengatakan, hal itu akan diungkapkan Anas kepada penyidik KPK dalam pemeriksaan berikutnya.

“Nanti di pemeriksaan berikutnya akan dijelaskan, tadi pemeriksaan dihentikan dulu karena Mas Anas sakit gigi, yang makin ngilu dan bikin pusing,” ucapnya.

KPK menetapkan Anas sebagai tersangka atas dugaan menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lain. Anas dijerat dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR sebelum dia terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Sumber :kompas.com

Editor : Maulana Lee

   
   

tentang cinta pertama   Aku mengenalnya semenjak aku berusia 5 tahun, tapi mulainya rasa itu ada ketika aku duduk di

tentang cinta pertama

 

Aku mengenalnya semenjak aku berusia 5 tahun, tapi mulainya rasa itu ada ketika aku duduk di kelas 4 SD, semenjak itu aku merasa aneh, karena usiaku juga masih terbilang kanak2. Entah apa yang aku rasa saat itu, aku tak mengerti apa yang sedang terjadi kala itu, aku seperti orang yang tak tentu arah.

Saat aku sadari ternyata aku mulai suka, ya aku suka untuk yang pertama kali pada seseorang. Namun aku tak mampu melakukan apa yang ingin aku lakukan. Aku hanya mengaguminya dari kejauhan, aku hanya mampu melihat senyumnya dari sini dari tempatku duduk kala itu. Aku melihatnya tertawa dan melihat bermain bola di lapangan itu, apa lagi saat kita bermain dan kejar2an. Aku sungguh suka... Laki laki yang aku pandang terlihat tampan dengan gayanya yg khas dan aku suka itu. Matanya sangat indah, rambutnya yang agak kriting menambah getaran dalam dada ini. Huuuuh aku suka dia, benar-benar suka dia.

Rasa ini semakin hari semakin dalam. Setiap hari yang aku ingin hanya memandang wajahnya. Suatu hari aku melihat tatapan matanya, tatapan mata yang sangat sejuk. Yang mampu membuat jantung ini berdegup lebih cepat. Dan akhirnya aku mulai bisa dekat dgn dia, karena saat itu aku dukuk 1 bangku dengannya,1 minggu itu. sangat menyenangkan, aku merasa sangat bahagia.

Hingga suatu hari, apa yang aku takutkan terjadi, dia pergi. Pergi tanpa pesan terakhir. Kini, hanya ada aku dan kenangan itu. Aku hanya mampu mengingatnya, mengingat semua senyumnya dan tatapan indah itu. Aku berjalan gontai sambil meneteskan air mata, air mata kehilangan. Dia, takkan pernah tau betapa sakitnya aku saat itu, saat dia pergi dariku. Aku tak mampu berkata apapun, aku hanya menangis dalam diam, menyesali semuanya. Aku mencoba tegar, aku mencoba terus untuk menutup luka ini, luka yang kau beri. Aku mencoba bahagia dgn apa yg aku milikki saat itu. Aku mencoba bertahan dgn senyumanku.

"Yaa Allah, jaga dia selama dia jauh dari sisiku". Dan saat itu aku mulai sadar, inilah cinta pertamaku. Di dalam penantianku, ada seorang pria datang dgn membawa sejuta cinta. Aku masih ingin diam, dan diam menunggu cintaku kembali dalam pelukku. Namun kehadirannya membuat aku tertawa seperti dulu, tetapi sungguh dalam hati ini masih ada nama cinta pertamaku. Aku hanya mampu tertawa sesaat saja, setelah itu kembali menangis dalam diamku, dalam penantianku. Untuk sementara waktu, sakitku terobati oleh kehadirannya di dalam sepiku. Namun hanya sementara dan setelah itu kami berpisah...klik di sini untuk kelanjutan nya .

by yandre pramana putra

sparepart AC yang telah pernah mengalami kebocoran di pipa pipa biasanya akan dapat menyebabkan pengendapan oli yang ada pada ko

sparepart AC yang telah pernah mengalami kebocoran di pipa pipa biasanya akan dapat menyebabkan pengendapan oli yang ada pada kompresor yang naik ke atas melalu jalur pipa pada indoor Sparepart AC, endapan oil inilah yang dapat menyebabkan sirkulasi pada freon menjadi tidak stabil dan tersendat, walau masalah kebocoran sudah dapat teratasi namun suhu ruangan tidak akan bisa mencapai suhu 20 derajat celcius. Bagaimana cara untuk dapat mengembalikan kondisi Sparepart AC seperti semula?? Dengan cara Flushing, berikut adalah gejala yang terjadi pada AC tersumbat :

    Ukur dengan Manifold gauge, jarum biasanya tidak stabil (tidak menentu)
    Suara terdengar lebih berisik daripada biasanya (suara seperti air yang mengalir) dan pada indoor bila terdapat gejala tersebut segera hubungi Service Sparepart AC, jika dibiarkan begitu saja akan dapat merusak kompresor.

Apa itu Flushing? (mengatasi AC mampet dengan cara membersihkan AC dan jalur pipa yang terhubung pada Indoor)

Cara Flushing AC :
Dengan cara memasang Manifold, Selang Kuning pada pipa yang akan di flushing lalu hubungkan dengan selang berwarna biru pada tabung freon. Gunakan freon R11 untunk mengangkat oli atau kotoran yang mengendap pada jalur pipa, pasang selang merah pada tabung freon R22, buka tabung R11 dan Kran (terbuka penuh) agar R11 dapat mengalir kedalam pipa tersebut, setelah R11 masuk kedalam pipa, kemudian tutup kembali keran dan tabung R11, lanjutkan dengan membuka tabung freon R22 dan keran selang merah untuk mendorong R11, tutup dengan tangan pada pipa besar tekan dengan sangat kuat sampai bertekanan tinggi kemudian lepas dan tutup kembali, oli akan larut dengan R11 (lakukan berulang kali hingga tidak ada sisa freon di R11).Lakukan cara tersebut hingga oli benar benar tidak ada lagi pada jalur pipa.

Flushing Outdoor dengan R11 :
Potong pipa highpress dan lowpress yang terhubung ke kompresor Sparepart AC (demi menghindari R11 untuk masuk kedalam kompresor) kemudian lakukan flushing dengan cara diatas, jangan lupa mengganti Sparepart AC filter dan pipa kapiler dengan yang baru. Setelah AC di flushing Outdoor dan Indoor, pipa yang terhubung diantara keduanya di pasang kembali pada AC sebelum di isi dengan freon. Lakukan vakum pada kompresor agar udara tidak terjebak didalamnya dan akan dapat menyebabkan AC tidak dingin walau sudah di flushing.

Dari berita Tambo Pagaruyung dapat diketahui bagaiman keadaan Pagaruyung sesudah Adiyawarman demikian pula wawancara dengan S.M.

Dari berita Tambo Pagaruyung dapat diketahui bagaiman keadaan Pagaruyung sesudah Adiyawarman demikian pula wawancara dengan S.M. Taufik Thaib SH. Dikatakan mengenai silisilah raja-raja Pagaruyung adalah sebagai berikut: Adityawarman (1339-1376) Ananggawarman (1376) Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam Yang Dipertuan Sultan Pasambahan Yang Dipertuan Sultan Alif gelar Khalifafullah Yang Dipertuan Sultan Barandangan Yang Dipertuan Sultan Patah (Sultan Muning II) Yang Dipertuan Sultan Muning III Yang Dipertuan Sultan Sembahwang Yang Dipertuan Sultan Bagagar Syah Yang Dipertuan Gadih Reni Sumpur 1912 Yang Dipertuan Gadih Mudo (1912-1915) Sultan Ibrahim 1915-1943 gelar Tuanku Ketek Drs. Sultan Usman 1943 (Kepala Kaum Keluarga Raja Pagaruyung) Dari data ini dapat ditarik kesimpulan bahwa sesudah Adityawarman raja-raja di Pagaruyung sudah menganut agama Islam sesuai dengan sebutan Sultan (pengaruh Islam). Bila Sultan Bakilap Alam memerintah tidak disebutkan oleh tambo tersebut, tetapi dapat diperkirakan sesudah tahun 1409, karena sampai 1409 pemerintahan Pagaruyung masih bersifat sentralisasi seperti sewaktu pemerintahan Adityawarman. Sesudah tahun tersebut pemerintahan Pagaruyung sudah desentralisasi dengan pengertian bahwa nagari-nagari sudah mempunyai otonom penuh dan pemerintahan di Pagaruyung sudah mulai melemah. Selanjutnya dikatakan bahwa di atas pemerintahan nagari-nagari terlihat adanya dua tingkat pemerintahan yaitu Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai. Rajo Tigo Selo dimaksudkan adalah tiga orang raja yang sekaligus berkuasa di bidang masing-masing. Raja Alam berkedudukan di Pagaruyung sebagai pucuk pimpinan, Raja Adat berkedudukan di Buo yang melaksanakan tugas-tugas kerajaan dibidang adat. Raja Ibadat berkedudukan di Sumpur Kudus dan melaksanakan urusan keagamaan kerajaan. Gambaran ini adalah lembaga pemerintahan di tingkat raja. Sedangkan ditingkat Menteri dan Dewan Menteri yang dimaksud dengan Basa Ampek Balai terdiri dari: 1. Bandaro (Titah) di Sungai Tarab sebagai Perdana Menteri 2. Tuan Kadi di Padang Ganting yang mengurus masalah Agama 3. Indomo di Saruaso mengurus masalah keuangan 4. Makhudum di Sumanik yang mengurus masalah pertahanan dan rantau Masyarakat nagari dalam mengusut persoalannya berjenjang naik sampai ketingkat kerajaan. Dibidang adat dari nagari terus ke Bandaro dan kalau tidak putus juga diteruskan lagi kepada Raja Buo dan kalau tidak putus juga masalahnya diteruskan lagi kepada Raja Alam di Pagaruyung yang akan memberikan kata putus. Begitu juga dalam bidang agama. Dari nagari naik kepada tuan Kadi di Padang Ganting, terus kepada raja Ibadat di Sumpur Kudus, dan bula tidak selesai juga akhirnya sampai kepada raja Alam yang akan memberikan kata putusnya. Selanjutnya dikatakan bahwa Lembaga Rajo Tigo Selo dibentuk bersama dengan pembentukan Lembaga Basa Ampek Balai. Penobatan dan pelatikan Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai bersamaan pula dengan pengangkatan dan pengiriman “Sultan Nan Salapan” ke daerah rantau Minangkabau yaitu daerah-daerah: Aceh, Palembang, Tambusai, Rao, Sungai Pagu, Bandar Sepuluh, Siak Indra Pura, Rembau Sri Menanti dan lain-lain. Pengangkatan dan pelantikan itu dilakukan oleh Sultan Bakilap Alam. Dalam hal ini Bahar Dt Nagari Basa, mengatakan bahwa Basa Ampek Balai pada mulanya terdiri dari Bandaro di Sungai Tarap, yang menjadi Payung Panji Koto Piliang; Datuk Makhudum di Sumanik yang menjadi Pasak Kungkung Koto Piliang; Indomo di Saruaso yang menjadi Amban Puruak (bendahara) Koto Piliang; Tuan Gadang di Batipuah yang menjadi Harimau Campo Koto Piliang, yaitu Menteri Pertahanan Koto Piliang. Kemudian setelah Islam masuk ke Minangkabau dimasukkan Tuan Kadhi sebagai anggota Basa Ampek Balai dan “Tuan Gadang” di Batipuh ke luar dari keanggotaan itu dengan berdiri sendiri sebagai orang yang bertanggung jawab dalam masalah pertahanan Koto Piliang. Semuanya itu terdapat di Tanah Datar yang merupakan pucuk pimpinan di Minangkabau. Selanjutnya dikatakan yang menjadi kebesaran Luhak Agam adalah Parik Paga dan Kebesaran Lima Puluh Kota adalah Penghulu. Dari keterangan itu yang dapat diambil kesimpulan bahwa Lembaga Basa Ampek Balai sudah ada sebelum Islam masuk ke Minangkabau dengan bukti seperti yang dikatakan oleh Datuk Nagari Basa dengan susunan yang sedikit berbeda dari apa yang kita kenal kemudian. Baru sesudah Islam masuk ke Minangkabau kedudukan Tuan Kadhi diserahkan untuk mengurus masalah agama Islam. Selanjutnya susunan Basa Ampek Balai dengan Tuan Gadang sudah seperti yang kita kenal sekarang ini. Mengenai susunan pemerintahan Pagaruyung sesudah Adityawarman ini diuraikan dengan lengkap dalam cerita Cindua Mato. Cindua Mato (Candra Mata) adalah sebuah cerita rakyat Minangkabau yang menggambarkan tentang keadaan pemerintahan Minangkabau Pagaruyung di zaman kebesarannya. Walaupun dalam cerita ini mengenai raja-raja yang diceritakan sudah ada unsur legendanya, tetapi yang mengenai masalah lainnya sama dengan apa yang dikatakan Tambo. Menurut Tambo, Basa Ampek Balai pernah memegang kedudukan Raja Alam yaitu sesudah Sultan Alif meninggal, karena orang yang akan menggantikan Sultan Alih masih belum dewasa. Buat sementara dipegang oleh Basa Ampek Bala

Sekitar 16.616 dari 3.667.241 siswa SMP peserta Ujian Nasional (UN) tidak lulus. Provinsi yang ketidaklulusannya paling banyak adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan terkecil di DKI.

Sekitar 16.616 dari 3.667.241 siswa SMP peserta Ujian Nasional (UN) tidak lulus. Provinsi yang ketidaklulusannya paling banyak adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan terkecil di DKI.

"Ini kalau dilihat dari ketidaklulusannya, NTT ada 1.992 siswa yang tidak lulus, Aceh 1.440 siswa dan paling kecil itu DKI, cuma 1 siswa," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Jumat (31/5/2013).

Bila dilihat dari distribusinya, ada sekolah yang tidak lulus 100% sebanyak 10 sekolah. Sedangkan yang lulus 100% ada 44.915 sekolah.

"Nah saya mengimbau agar adik-adik yang belum lulus supaya tidak stres, karena masih ada kejar paket B. Juga jangan hura-hura berlebihan bagi yang lulus," pesan mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini.

Dalam merayakan kelulusan, Nuh menilai siswa SMA lebih baik dari tahun lalu. "Ada yang mengekspresikan kelulusan dengan membagi-bagikan makanan ke orang kecil. Saya harap SMP juga begitu," tuturnya.

Nuh berjanji bagi siswa berprestasi dalam UN akan dimintakan piagam yang diteken Presiden, Kemendikbud, hingga beasiswa.

"Sudah saya kirim surat ke presiden. Tapi kalau tidak bisa ya minimal piagam dari kementerianlah.
Yang kedua kans untuk ke sekolah yang lebih bagus lebih besar. Yang ketiga nanti saya usulkan supaya nanti dapat beasiswa. Jadi ada tiga bentuk penghargaan bagi merekalah," tutur Nuh.

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi terus akan menyelidiki dugaan korupsi dana penyelenggaraan ibadah Haji pada 201

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi terus akan menyelidiki dugaan korupsi dana penyelenggaraan ibadah Haji pada 2012. Hari ini KPK juga akan memanggil salah satu politikus Partai Keadilan Sejahtera, Jazuli Juwaini.

Kepada awak media, Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat itu berdalih bukan menjadi saksi. Pria yang namanya juga sempat terseret dalam kasus pencucian uang mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, itu berkelit cuma menjabarkan soal teknis penyelenggaraan haji.

"Bukan saksi. Dimintai masukan dan pendapat tentang penyelenggaraan haji," kata Jazuli kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/2).

Jazuli yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII enggan merinci apa yang dia ketahui soal penetapan biaya haji.

"Saya ini, melengkapi saja," ujar Jazuli.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Apple telah mengalami masa transisi di mana produk-produk terbarunya telah banyak diminati. Sebagai akibatny

saco-indonesia.com, Apple telah mengalami masa transisi di mana produk-produk terbarunya telah banyak diminati. Sebagai akibatnya, produk lawas seperti iPod sudah mulai ditinggalkan dan terancam punah.

hal ini telah terlihat dari penjualan iPad dan iPhone yang makin membaik dari hari ke hari. Bahkan, di kuartal terakhir, penjualan iPad maupun iPhone telah tercatat juga merupakan yang paling baik dalam sejarah.

Sementara itu, iPod justru telah mengalami grafik penjualan sebaliknya. Penjualan iPod menurun 52 persen jika dibandingkan dengan waktu yang sama setahun sebelumnya.

Memang, jika dibanding dengan dua produk lainnya, iPod juga bisa dibilang merupakan gadget lawas. Meski telah dilengkapi dengan fitur bermacam-macam, iPod akhirnya harus rela di-kanibal-kan oleh adiknya sendiri, iPhone.

Dalam beberapa tahun terakhir, memang penjualan MP3 player secara global makin memburuk. Tak terkecuali iPod, publik sekarang lebih memilih membeli ponsel pintar yang makin terjangkau saja harganya.

Patut ditunggu akankah iPod nantinya tak mampu lagi bersaing dengan ponsel pintar atau gadget lainnya.


Editor : Dian Sukmawati

Judge Patterson helped to protect the rights of Attica inmates after the prison riot in 1971 and later served on the Federal District Court in Manhattan.

Even as a high school student, Dave Goldberg was urging female classmates to speak up. As a young dot-com executive, he had one girlfriend after another, but fell hard for a driven friend named Sheryl Sandberg, pining after her for years. After they wed, Mr. Goldberg pushed her to negotiate hard for high compensation and arranged his schedule so that he could be home with their children when she was traveling for work.

Mr. Goldberg, who died unexpectedly on Friday, was a genial, 47-year-old Silicon Valley entrepreneur who built his latest company, SurveyMonkey, from a modest enterprise to one recently valued by investors at $2 billion. But he was also perhaps the signature male feminist of his era: the first major chief executive in memory to spur his wife to become as successful in business as he was, and an essential figure in “Lean In,” Ms. Sandberg’s blockbuster guide to female achievement.

Over the weekend, even strangers were shocked at his death, both because of his relatively young age and because they knew of him as the living, breathing, car-pooling center of a new philosophy of two-career marriage.

“They were very much the role models for what this next generation wants to grapple with,” said Debora L. Spar, the president of Barnard College. In a 2011 commencement speech there, Ms. Sandberg told the graduates that whom they married would be their most important career decision.

In the play “The Heidi Chronicles,” revived on Broadway this spring, a male character who is the founder of a media company says that “I don’t want to come home to an A-plus,” explaining that his ambitions require him to marry an unthreatening helpmeet. Mr. Goldberg grew up to hold the opposite view, starting with his upbringing in progressive Minneapolis circles where “there was woman power in every aspect of our lives,” Jeffrey Dachis, a childhood friend, said in an interview.

The Goldberg parents read “The Feminine Mystique” together — in fact, Mr. Goldberg’s father introduced it to his wife, according to Ms. Sandberg’s book. In 1976, Paula Goldberg helped found a nonprofit to aid children with disabilities. Her husband, Mel, a law professor who taught at night, made the family breakfast at home.

Later, when Dave Goldberg was in high school and his prom date, Jill Chessen, stayed silent in a politics class, he chastised her afterward. He said, “You need to speak up,” Ms. Chessen recalled in an interview. “They need to hear your voice.”

Years later, when Karin Gilford, an early employee at Launch Media, Mr. Goldberg’s digital music company, became a mother, he knew exactly what to do. He kept giving her challenging assignments, she recalled, but also let her work from home one day a week. After Yahoo acquired Launch, Mr. Goldberg became known for distributing roses to all the women in the office on Valentine’s Day.

Ms. Sandberg, who often describes herself as bossy-in-a-good-way, enchanted him when they became friendly in the mid-1990s. He “was smitten with her,” Ms. Chessen remembered. Ms. Sandberg was dating someone else, but Mr. Goldberg still hung around, even helping her and her then-boyfriend move, recalled Bob Roback, a friend and co-founder of Launch. When they finally married in 2004, friends remember thinking how similar the two were, and that the qualities that might have made Ms. Sandberg intimidating to some men drew Mr. Goldberg to her even more.

Over the next decade, Mr. Goldberg and Ms. Sandberg pioneered new ways of capturing information online, had a son and then a daughter, became immensely wealthy, and hashed out their who-does-what-in-this-marriage issues. Mr. Goldberg’s commute from the Bay Area to Los Angeles became a strain, so he relocated, later joking that he “lost the coin flip” of where they would live. He paid the bills, she planned the birthday parties, and both often left their offices at 5:30 so they could eat dinner with their children before resuming work afterward.

Friends in Silicon Valley say they were careful to conduct their careers separately, politely refusing when outsiders would ask one about the other’s work: Ms. Sandberg’s role building Facebook into an information and advertising powerhouse, and Mr. Goldberg at SurveyMonkey, which made polling faster and cheaper. But privately, their work was intertwined. He often began statements to his team with the phrase “Well, Sheryl said” sharing her business advice. He counseled her, too, starting with her salary negotiations with Mark Zuckerberg.

“I wanted Mark to really feel he stretched to get Sheryl, because she was worth it,” Mr. Goldberg explained in a 2013 “60 Minutes” interview, his Minnesota accent and his smile intact as he offered a rare peek of the intersection of marriage and money at the top of corporate life.

 

 

While his wife grew increasingly outspoken about women’s advancement, Mr. Goldberg quietly advised the men in the office on family and partnership matters, an associate said. Six out of 16 members of SurveyMonkey’s management team are female, an almost unheard-of ratio among Silicon Valley “unicorns,” or companies valued at over $1 billion.

When Mellody Hobson, a friend and finance executive, wrote a chapter of “Lean In” about women of color for the college edition of the book, Mr. Goldberg gave her feedback on the draft, a clue to his deep involvement. He joked with Ms. Hobson that she was too long-winded, like Ms. Sandberg, but aside from that, he said he loved the chapter, she said in an interview.

By then, Mr. Goldberg was a figure of fascination who inspired a “where can I get one of those?” reaction among many of the women who had read the best seller “Lean In.” Some lamented that Ms. Sandberg’s advice hinged too much on marrying a Dave Goldberg, who was humble enough to plan around his wife, attentive enough to worry about which shoes his young daughter would wear, and rich enough to help pay for the help that made the family’s balancing act manageable.

Now that he is gone, and Ms. Sandberg goes from being half of a celebrated partnership to perhaps the business world’s most prominent single mother, the pages of “Lean In” carry a new sting of loss.

“We are never at 50-50 at any given moment — perfect equality is hard to define or sustain — but we allow the pendulum to swing back and forth between us,” she wrote in 2013, adding that they were looking forward to raising teenagers together.

“Fortunately, I have Dave to figure it out with me,” she wrote.

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

A former member of the Boston Symphony Orchestra, Mr. Smedvig helped found the wide-ranging Empire Brass quintet.

Mr. Tepper was not a musical child and had no formal training, but he grew up to write both lyrics and tunes, trading off duties with the other member of the team, Roy C. Bennett.

Mr. King sang for the Drifters and found success as a solo performer with hits like “Spanish Harlem.”

Ms. von Furstenberg made her debut in the movies and on the Broadway stage in the early 1950s as a teenager and later reinvented herself as a television actress, writer and philanthropist.

GREENWICH, Conn. — Mago is in the bedroom. You can go in.

The big man lies on a hospital bed with his bare feet scraping its bottom rail. His head is propped on a scarlet pillow, the left temple dented, the right side paralyzed. His dark hair is kept just long enough to conceal the scars.

The occasional sounds he makes are understood only by his wife, but he still has that punctuating left hand. In slow motion, the fingers curl and close. A thumbs-up greeting.

Hello, Mago.

This is Magomed Abdusalamov, 34, also known as the Russian Tyson, also known as Mago. He is a former heavyweight boxer who scored four knockouts and 14 technical knockouts in his first 18 professional fights. He preferred to stand between rounds. Sitting conveyed weakness.

But Mago lost his 19th fight, his big chance, at the packed Theater at Madison Square Garden in November 2013. His 19th decision, and his last.

Now here he is, in a small bedroom in a working-class neighborhood in Greenwich, in a modest house his family rents cheap from a devoted friend. The air-pressure machine for his mattress hums like an expectant crowd.

 

Photo
 
Mike Perez, left, and Magomed Abdusalamov during the fight in which Abdusalamov was injured. Credit Joe Camporeale/USA Today Sports, via Reuters

 

Today is like any other day, except for those days when he is hurried in crisis to the hospital. Every three hours during the night, his slight wife, Bakanay, 28, has risen to turn his 6-foot-3 body — 210 pounds of dead weight. It has to be done. Infections of the gaping bedsore above his tailbone have nearly killed him.

Then, with the help of a young caretaker, Baka has gotten two of their daughters off to elementary school and settled down the toddler. Yes, Mago and Baka are blessed with all girls, but they had also hoped for a son someday.

They feed Mago as they clean him; it’s easier that way. For breakfast, which comes with a side of crushed antiseizure pills, he likes oatmeal with a squirt of Hershey’s chocolate syrup. But even oatmeal must be puréed and fed to him by spoon.

He opens his mouth to indicate more, the way a baby does. But his paralysis has made everything a choking hazard. His water needs a stirring of powdered food thickener, and still he chokes — eh-eh-eh — as he tries to cough up what will not go down.

Advertisement

Mago used to drink only water. No alcohol. Not even soda. A sip of juice would be as far as he dared. Now even water betrays him.

With the caretaker’s help, Baka uses a washcloth and soap to clean his body and shampoo his hair. How handsome still, she has thought. Sometimes, in the night, she leaves the bedroom to watch old videos, just to hear again his voice in the fullness of life. She cries, wipes her eyes and returns, feigning happiness. Mago must never see her sad.

 

Photo
 
 Abdusalamov's hand being massaged. Credit Ángel Franco/The New York Times

 

When Baka finishes, Mago is cleanshaven and fresh down to his trimmed and filed toenails. “I want him to look good,” she says.

Theirs was an arranged Muslim marriage in Makhachkala, in the Russian republic of Dagestan. He was 23, she was 18 and their future hinged on boxing. Sometimes they would shadowbox in love, her David to his Goliath. You are so strong, he would tell her.

His father once told him he could either be a bandit or an athlete, but if he chose banditry, “I will kill you.” This paternal advice, Mago later told The Ventura County Reporter, “made it a very easy decision for me.”

Mago won against mediocre competition, in Moscow and Hollywood, Fla., in Las Vegas and Johnstown, Pa. He was knocked down only once, and even then, it surprised more than hurt. He scored a technical knockout in the next round.

It all led up to this: the undercard at the Garden, Mike Perez vs. Magomed Abdusalamov, 10 rounds, on HBO. A win, he believed, would improve his chances of taking on the heavyweight champion Wladimir Klitschko, who sat in the crowd of 4,600 with his fiancée, the actress Hayden Panettiere, watching.

Wearing black-and-red trunks and a green mouth guard, Mago went to work. But in the first round, a hard forearm to his left cheek rocked him. At the bell, he returned to his corner, and this time, he sat down. “I think it’s broken,” he repeatedly said in Russian.

 

Photo
 
Bakanay Abdusalamova, Abdusalamov's wife, and her injured husband and a masseur in the background. Credit Ángel Franco/The New York Times

 

Maybe at that point, somebody — the referee, the ringside doctors, his handlers — should have stopped the fight, under a guiding principle: better one punch too early than one punch too late. But the bloody trade of blows continued into the seventh, eighth, ninth, a hand and orbital bone broken, his face transforming.

Meanwhile, in the family’s apartment in Miami, Baka forced herself to watch the broadcast. She could see it in his swollen eyes. Something was off.

After the final round, Perez raised his tattooed arms in victory, and Mago wandered off in a fog. He had taken 312 punches in about 40 minutes, for a purse of $40,000.

 

 

In the locker room, doctors sutured a cut above Mago’s left eye and tested his cognitive abilities. He did not do well. The ambulance that waits in expectation at every fight was not summoned by boxing officials.

Blood was pooling in Mago’s cranial cavity as he left the Garden. He vomited on the pavement while his handlers flagged a taxi to St. Luke’s-Roosevelt Hospital. There, doctors induced a coma and removed part of his skull to drain fluids and ease the swelling.

Then came the stroke.

 

Photo
 
A championship belt belonging to Abdusalamov and a card from one of his daughters. Credit Ángel Franco/The New York Times

 

It is lunchtime now, and the aroma of puréed beef and potatoes lingers. So do the questions.

How will Mago and Baka pay the $2 million in medical bills they owe? What if their friend can no longer offer them this home? Will they win their lawsuits against the five ringside doctors, the referee, and a New York State boxing inspector? What about Mago’s future care?

Most of all: Is this it?

A napkin rests on Mago’s chest. As another spoonful of mush approaches, he opens his mouth, half-swallows, chokes, and coughs until it clears. Eh-eh-eh. Sometimes he turns bluish, but Baka never shows fear. Always happy for Mago.

Some days he is wheeled out for physical therapy or speech therapy. Today, two massage therapists come to knead his half-limp body like a pair of skilled corner men.

Soon, Mago will doze. Then his three daughters, ages 2, 6 and 9, will descend upon him to talk of their day. Not long ago, the oldest lugged his championship belt to school for a proud show-and-tell moment. Her classmates were amazed at the weight of it.

Then, tonight, there will be more puréed food and pulverized medication, more coughing, and more tender care from his wife, before sleep comes.

Goodbye, Mago.

He half-smiles, raises his one good hand, and forms a fist.